Senin, 28 Januari 2013

Siakad UNJ



Kalo kita berbicara tentang siakad, maka kita akan di bikin kesel dan terkadang galau menghadapi web ini. Terlebih lagi ketika memasuki semester baru dan masuk kuliah. Siakad itu kepanjangan dari : Sistem Internet Akademik Kampret Ababil Dongo. Yahh.. itulah arti yang sebenarnya kepada mereka yang membenci ketidakpastian serta kebencian nurani dalam diri mahasiswa.

Kenapa Siakad sering kali susah dibuka, bahkan error terus sepanjang mata terpejam didepan laptop mahasiswa terkutuk. Siakad seperti perawan yang suka malu-malu ketika mau dibuka.  Siakad dengan sialan itu beda tipis. Lebih tipis dari jembatan shirotullmustakim.

Kita seperti di PHP-in serta merasa kurang nyaman. Karena nasib kita ada disitu semua. Harap-harap cemas dari semua kebohongan nilai. Kebohongan absensi, serta kebohongan terhadap seseorang yang kuliah hanya numpang nama ketika ada tugas kelompok. Dimana letak hati digunakan, jika kuping saja tak mampu mendengar kepada pemberi harapan kosong, yang kita sering sebut sebagai sahabat. Sahabat macam apa hanya mampu nitip absen tanpa penghormatan dusta. Kita berlelah kuliah dengan pandangan sesosok anak muda bermusuh domba berkepala durjana..

Kembali ke Siakad.. anggap sajalah siakad itu mantan kita. Yang selalu kita benci dan kadang terpikirkan disaat kita sedang bersedih. Dia sering muncul tanpa diundang dengan resmi dari otak menuju perasaan. Aku kangen kamu, siakadku yang dulu berteman mesra ketika IP diatas 3. Akan marah-marah gajelas ketika siakad gak kebuka ditambah IP kecil. Emang siakad tuh yah gak pernah pengertian.

Gue sih hanya bisa pasrah dan berdoa aja. Moga instansi yang terkait akan cepat sadar dengan kekurangan yang sedang di hadapi. Emang mau kuping akan membara ketika banyak kritik-kritik pedas dari mahasiswa. Emang mau hari-hari anda akan tertimpa musibah. Ketika mahasiswa hanya berdoa untuk menjatuhkan dari alamater kebanggaan mereka. Kita sebagai mahasiswa bukan hanya kesel dengan fasilitas yang ada, tapi emang gak menikmati nilai hidup ketika ada di kampus. Bukannya membenahi masalah yang ada, malah korupsi yang mulai marajalelah. Dasar bapak-bapak bangsa yang lupa kepada doa sumpah jabatan atas dasar Tuhan yang maha essa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar